Postingan

Worries

Harapan dan kesalahan bersatu. Akupun masuk ke dalam pusarannya. Di dalam pusaran itu aku terseret ke berbagai arah. Tanpa seorangpun ku kenal, aku mencoba bergabung kesana kemari, mencocokkan lingkungan yang tepat untuk bertahan hidup. Tentunya setelah melewati seleksi alam dan evolusi dari waktu ke waktu aku berhasil beradaptasi. Banyak yang berubah saat aku berjalan dari satu titik ke titik lain. Di tempat ini tidak ada ambisi. Aku terlalu enggan untuk melangkah. Ketika mendengar kerja keras tak akan menghianati, definisi kerja keras seperti apa lagi yang harus aku korbankan? Di tempat ini tak ada seseorang yang mengatakan bahwa ini salah atau ini benar. Dengan begitu, lebih banyak kesalahan yang kubuat dibanding kebenaran. Seorang gadis berumur 20 tahun yang mencoba bertahan hidup ditengah badai, apa yang seharusnya ia lakukan?   Apa yang akan terjadi padanya ketika waktu terus berjalan? Apakah dia akan memilih mati? Atau diam menunggu badai berhenti dan melanjutkan p...

Rindu

Sudah lama aku tidak merasa rindu. Ada suatu masa dimana aku ingin bertanya kepadamu. Sekedar bertukar sapa. Tapi jiwa yang pendiam ini memilih untuk menunggu. Ditemani oleh ketidakpastian, diselimuti keraguan. Menunggu pun semakin menyesakkan. Aku masih tetap menjadi pecundang yang rapat rapat menyimpan perasaan. Aku tetap menjadi penikmat skenario cinta dalam diam. Waktu terus berlalu. Setahun, dua tahun. Bisa jadi kau sudah tak sama. Rupa, suara, tata krama. Bagiku tak masalah kau menjadi sosok yang berbeda, selama aku tetap tercantum dalam daftar panjang orang yang pernah kau kenal. Tidak masalah. Rindu datang di waktu yang tidak direncanakan. Membuat kewalahan jika waktu yang tidak tepat itu datang. Seperti film lawas yang diputar ulang, potongan potongan kisahpun terlintas. Seperti hujan yang tiba-tiba mengguyur, tidak ada yang sanggup menghentikan. Begitupun denganku. Aku tidak pernah melewatkan purnama, selalu sengaja menyempatkan untuk menyaksikan. Karena purnama...

Selamat Menikah

Dalam sebuah kisah yang berhubungan dengan orang lain, akhir suatu kisah bisa menjadi awal untuk orang lain. Dalam tulisan ini akan kutuangkan segenap perasaanku memikirkan sahabat yang sudah memulai tahap kehidupan barunya. Untuk Asriyah semoga saja tulisan ini bisa tersebar di seluruh penjuru tanah air dan sampai ke kota sekarang kau tinggal. Waktu begitu cepat berlalu. Tanpa sadar aku merasa sepi dan semakin mengkhawatirkan masa depan. Impian terasa tidak selaras dengan kondisi saat ini. Berulang kali aku membulatkan tekad untuk menulis dan pada akhirnya menyerah. Hingga umurku 20 tahun dan aku masih harus memilah apa yang harus aku lakukan, sudah banyak waktu yang terbuang. Aku tidak menyesal telah meninggalkan hal-hal yang tidak aku sukai. Yang aku sesali adalah aku selalu menunda impianku dengan alasan mencari kegiatan lain. Pada akhirnya tidak ada yang bisa kulakukan selain menulis. Aku tahu menjadi penulis tidak semudah yang aku bayangkan. Tapi sungguh ini adalah satu...

Tentang Impian

“Suatu hari saat dimana aku berdiri di hadapan banyak orang, dan mereka tersenyum atas karya yang aku berikan, saat itu aku akan berkata “aku berhasil mencapai titik ini karena aku pernah bermimpi.” Teruntuk makhluk lemah bernama manusia yang sedang mengejar mimpinya maupun yang sudah menggapai mimpinya. Selamat karena kalian mempunyai mimpi. Apa jadinya hidup jika penghuni planet ini tidak mempunyai impian? Ya, kita tidak akan merasakan kenikmatan fasilitas yang saat ini ada. Kita akan tetap hidup di masa yang tidak berpengetahuan, terbelakang, dan tidak mempunyai masa depan. Tentang impian adalah cerita yang ditulis sebagai langkah awal yang aku ambil untuk pencapaian-pencapaian di masa depan, yang suatu saat akan dibuktikan ketika aku sudah meraih apa yang diimpikan, dan aku akan berkata “aku berhasil mencapai titik ini karena aku pernah bermimpi.” Menjadi sosok yang berpikiran dewasa, membangun keakraban dengan keluarga, berbaikan dengan teman lama, berdamai dengan...

Tulisan Pertama

"Membuat sebuah keputusan atas pilihan-pilihan yang ada tidaklah mudah. Membutuhkan beragam pertimbangan. Seperti yang aku pilih atas pilihan-pilihan yang tersedia maka aku memilih kembali ke jalan Sang Pencipta. Tidak ada di langit dan bumi yang mampu  menandingi kebenaran kata-kata- Nya . Karena Dia yang memiliki segala isi langit dan bumi.” Hai…. ini adalah tulisan pertama di blog yang insyaAllah istiqomah. Karena tulisan-tulisan di blog sebelumnya ga jelas. Sempet rajin nulis, tapi nanti dihapus. Setelah berdiam diri dan merenungi apa tujuan hidup akhirnya aku mutusin buat mulai nulis lagi. Sebenernya bisa dibilang dengan aku memutuskan nulis lagi, berarti aku udah mengikhlaskan kegagalan-kegagalan selama dua tahun ini. Yap, dua tahun ini aku mengalami masa-masa kelam. Dari pendaftaran kuliah, tes dimana-mana, sampai pas udah ditrima pun aku masih belum menetapkan hati sepenuhnya di jurusan dan kampus dimana aku menuntut ilmu sekarang. Tapi yaudah lah ya, Allah belum ng...